Cara Budidaya Buah Timun yang Mudah dan Berhasil - Sayuran buah yang satu ini memang sangat terkenal dan banyak penikmat nya, yaitu timun. Timun mempunyai ciri yang khas dengan kandungan ai...
Cara Budidaya Buah Timun yang Mudah dan Berhasil -
Sayuran buah yang satu ini memang sangat terkenal dan banyak penikmat nya, yaitu timun. Timun mempunyai ciri yang khas dengan kandungan airnya yang sangat tinggi, sehingga dapat memberikan kesegaran bagi konsumen nya. Selain itu, buah atau sayuran timun ini dapat di jadikan sebagai pendamping dari berbagai macam jenis masakan atau untuk di jadikan lalapan.
Dengan semakin banyak orang yang mencari sayuran timun tersebut, maka permintaan pedagang di pasar makin meningkat juga. Karena hal itulah yang membangkitkan para petani untuk membudidayakan jenis sayuran atau buah timun ini. Sebab budidaya timun, di samping prosesnya tidak begitu sulit, biayanya pun tidak terlalu tinggi. Dan agar dapat berhasil memuaskan, dalam budidaya timun sangat di butuh kan ketelitian dan kecermatan dalam perawatan. Untuk lebih jelas nya, mari ikuti cara budidaya buah timun yang mudah dan berhasil, seperti di bawah ini.
Tanah dan Iklim yang di Kehendaki untuk Tumbuh.
Lokasi tanah yang cocok untuk budidaya timun yaitu pada ketinggian antara 800 sampai 1000 m dari permukaan laut. Jenis tanah yang di kehendaki adalah regosol dan latosol yaitu jenis tanah lempung yang ringan dan berdrainase cukup baik serta tanahnya gembur dan memiliki pH 5,5 hingga 7,5. Sedangkan iklim yang cocok pada suhu udara 20 sampai 32 derajat celcius, dan kelembaban udara antara 50% sampai 85% serta curah hujan 200 sampai 400 mm per bulan.
Persiapan Bibit Timun.
Persiapan bibit, dapat di mulai dengan menyiapkan campuran tanah antara pupuk kandang yang sudah matang dengan natural GLIO yang perbandingannya 7 : 3, kemudian selama satu minggu di diamkan dulu. Setelah di diamkan 1 minggu, campuran tanah tersebut dapat di masukan kedalam polybag untuk tempat penyemaian bibit timun sebelum di tanam pada lahan. Selanjutnya masukkan benih timun kedalam polybag yang sudah didisi dengan tanah campuran tadi. Pada umur 12 hari penyemaian, benih sudah tumbuh dan memiliki daun 3 sampai 4 helai, dan sudah siap untuk di pindahkan di tanam di lahan.
Pengolahan Tanah untuk Budidaya Timun.
Tanah atau lahan yang akan di gunakan sebagai tempat untuk budidaya timun, harus di lakukan pengolahan, supaya tanah menjadi gembur dan tidak kasar. Lakukan juga pembersihan tanah dari rumput-rumput liar dan gulma yang dapat mengganggu tanaman timun nanti
nya. Kemudian baru lah membuat bedengan-bedengan dengan mencampur juga kapur pertanian atau dolomit agar tanah menjadi memiliki pH 6.
Proses Penanaman Bibit ke Lahan.
Jika pembuatan bedengan telah selesai semua, berarti bibit sudah siap untuk di pindah di tanam di bedengan tersebut. Untuk memudahkan pengeluaran bibit dari polybag, sebaiknya bibit di siram dulu, baru kemudian bibit di keluarkan bersama dengan tanahnya dan langsung di masukan ke dalam lubang tanam yang sudah di buat dengan jarak yang ideal tanam.
Pemeliharaan Tanaman.
Dalam pemeliharaan tanaman pada budidaya timun, selain dengan melakukan pemupukan yang baik dan juga teratur, masih ada beberapa pekerjaan yng harus di lakukan. Pekerjaan itu adalah penyiangan, penyulaman tanaman yang mati, membersihkan gulma atau rumput-rumput yang mengganggu pertumbuhan tanaman timun, memasang ajir untuk penopang dan perambatan tanaman, memangkas daun yang terlalu lebat yang di mulai dari umur 3 minggu dari tanam. Di samping itu, pengairan dan penyiraman pada tanaman harus di lakukan dengan baik juga, yaitu dapat di lakukan pada pagi dan sore hari dengan cara menyiram tanaman atau dengan cara menggenangi lahan selama 15 sampai 30 menit.
Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman Timun.
Penanggulangan hama dan penyakit dalam budidaya timun ini, dapat di lakukan penanganan dengan pemberian fungisida atau juga pestisida yang dapat di sesuaikan dengan jenis hama dan jenis penyakit yang menyerang tanaman timun. Untuk itu kita harus lebih teliti dalam memperhatikan perkembangan dari tanaman yang sedang di budidaya kan.
Pemanenan.
Pemanenan pada budidaya timun dapt di mulai pada saat tanaman telah berumur kira-kira 35 sampai 40 hari sejak tanam, atau dapat di sesuaikan dengan kesuburan tanah dan jenis bibit nya. Pemetikan buah timun dapat di lakukan tiap hari, supaya dapat memenuhi ukuran dan bentuk yang di inginkan oleh pedagang pasar. Sebab jika buah timun bentuk dan ukuran nya sudah melewati standar permintaan pasar, sudah tidak laku lagi di pasaran. Saat pemetikan buah timun yang tepat yaitu pada pagi hari sebelum jam 09.00 dengan cara memotong tangkai buah menggunakan alat yang tajam.
Demikian lah cara budidaya buah timun yang mudah dan berhasil. Semoga bermanfaat dan terimakasih.

Dengan semakin banyak orang yang mencari sayuran timun tersebut, maka permintaan pedagang di pasar makin meningkat juga. Karena hal itulah yang membangkitkan para petani untuk membudidayakan jenis sayuran atau buah timun ini. Sebab budidaya timun, di samping prosesnya tidak begitu sulit, biayanya pun tidak terlalu tinggi. Dan agar dapat berhasil memuaskan, dalam budidaya timun sangat di butuh kan ketelitian dan kecermatan dalam perawatan. Untuk lebih jelas nya, mari ikuti cara budidaya buah timun yang mudah dan berhasil, seperti di bawah ini.
Tanah dan Iklim yang di Kehendaki untuk Tumbuh.
Lokasi tanah yang cocok untuk budidaya timun yaitu pada ketinggian antara 800 sampai 1000 m dari permukaan laut. Jenis tanah yang di kehendaki adalah regosol dan latosol yaitu jenis tanah lempung yang ringan dan berdrainase cukup baik serta tanahnya gembur dan memiliki pH 5,5 hingga 7,5. Sedangkan iklim yang cocok pada suhu udara 20 sampai 32 derajat celcius, dan kelembaban udara antara 50% sampai 85% serta curah hujan 200 sampai 400 mm per bulan.
Persiapan Bibit Timun.
Persiapan bibit, dapat di mulai dengan menyiapkan campuran tanah antara pupuk kandang yang sudah matang dengan natural GLIO yang perbandingannya 7 : 3, kemudian selama satu minggu di diamkan dulu. Setelah di diamkan 1 minggu, campuran tanah tersebut dapat di masukan kedalam polybag untuk tempat penyemaian bibit timun sebelum di tanam pada lahan. Selanjutnya masukkan benih timun kedalam polybag yang sudah didisi dengan tanah campuran tadi. Pada umur 12 hari penyemaian, benih sudah tumbuh dan memiliki daun 3 sampai 4 helai, dan sudah siap untuk di pindahkan di tanam di lahan.
Pengolahan Tanah untuk Budidaya Timun.
Tanah atau lahan yang akan di gunakan sebagai tempat untuk budidaya timun, harus di lakukan pengolahan, supaya tanah menjadi gembur dan tidak kasar. Lakukan juga pembersihan tanah dari rumput-rumput liar dan gulma yang dapat mengganggu tanaman timun nanti
nya. Kemudian baru lah membuat bedengan-bedengan dengan mencampur juga kapur pertanian atau dolomit agar tanah menjadi memiliki pH 6.
Proses Penanaman Bibit ke Lahan.
Jika pembuatan bedengan telah selesai semua, berarti bibit sudah siap untuk di pindah di tanam di bedengan tersebut. Untuk memudahkan pengeluaran bibit dari polybag, sebaiknya bibit di siram dulu, baru kemudian bibit di keluarkan bersama dengan tanahnya dan langsung di masukan ke dalam lubang tanam yang sudah di buat dengan jarak yang ideal tanam.
Pemeliharaan Tanaman.
Dalam pemeliharaan tanaman pada budidaya timun, selain dengan melakukan pemupukan yang baik dan juga teratur, masih ada beberapa pekerjaan yng harus di lakukan. Pekerjaan itu adalah penyiangan, penyulaman tanaman yang mati, membersihkan gulma atau rumput-rumput yang mengganggu pertumbuhan tanaman timun, memasang ajir untuk penopang dan perambatan tanaman, memangkas daun yang terlalu lebat yang di mulai dari umur 3 minggu dari tanam. Di samping itu, pengairan dan penyiraman pada tanaman harus di lakukan dengan baik juga, yaitu dapat di lakukan pada pagi dan sore hari dengan cara menyiram tanaman atau dengan cara menggenangi lahan selama 15 sampai 30 menit.
Penanggulangan Hama dan Penyakit Tanaman Timun.
Penanggulangan hama dan penyakit dalam budidaya timun ini, dapat di lakukan penanganan dengan pemberian fungisida atau juga pestisida yang dapat di sesuaikan dengan jenis hama dan jenis penyakit yang menyerang tanaman timun. Untuk itu kita harus lebih teliti dalam memperhatikan perkembangan dari tanaman yang sedang di budidaya kan.
Pemanenan.
Pemanenan pada budidaya timun dapt di mulai pada saat tanaman telah berumur kira-kira 35 sampai 40 hari sejak tanam, atau dapat di sesuaikan dengan kesuburan tanah dan jenis bibit nya. Pemetikan buah timun dapat di lakukan tiap hari, supaya dapat memenuhi ukuran dan bentuk yang di inginkan oleh pedagang pasar. Sebab jika buah timun bentuk dan ukuran nya sudah melewati standar permintaan pasar, sudah tidak laku lagi di pasaran. Saat pemetikan buah timun yang tepat yaitu pada pagi hari sebelum jam 09.00 dengan cara memotong tangkai buah menggunakan alat yang tajam.
Demikian lah cara budidaya buah timun yang mudah dan berhasil. Semoga bermanfaat dan terimakasih.